Pages

Kamis, 21 Agustus 2014

Surat Perjanjian Jual Beli

Tidak Punya Sifat Menekan Salah Satu Pihak
Perjanjian yang oleh kedua belah pihak harus menjamin adanya suatu kepastian bahwa kesepatakan baik itu dalam hal jualataupun beli telah disepakati bersama dan dapat ditepati dengan sungguh-sungguh. Perjanjian bisa dibuat melalui lisan ataupun tulisan yang biasanya berupa surat berisi pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak, karena kekuatan dari perjanjian lisan tergolong sangat lemah saat nanti terjadi suatu sengketa pada kedua pihak yang berjanji tersebut, sehingga sulit untuk membuktikan kebenarannya. Karena hal tersebut, banyak orang yang memilih perjanjiannya secara tertulis atau dengan surat perjanjian jual beli dalam melakukan perjanjian penting seperti perjanjian jual beli atau perjanjian lainnya.

Surat perjanjian jual beli adalah surat yang isinya adalah perjanjian persetujuan yang terikat diantara dua belah pihak atau lebih. Di dalam membuat surat perjanjian jual dan beli, isinya harus sudah terlebih dahulu disepakati oleh pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian tersebut, lalu isi perjanjiannya tidak mempunyai sifat untuk menekan salah satu pihak, kemudian bentuk dan isi surattersebut juga harus sesuai dengan aturan, lalu ada pihak yang menjadi saksi dari penulisan dan penandatanganan surat perjanjiannya dan yang terpenting menggunakan bahasa yang memang saling dimengerti oleh kedua belah pihak pembuatperjanjian.

Acuan Membuat Surat Perjanjian Jual Beli
Dalam surat perjanjian jual beli tersebut bisanya disebutkan bahwa pihak dari jual barang diwajibkan untuk menyerahkan suatu barang kepada orang yang beli barang tersebut. Sebaliknya pihak pembeli juga wajub untuk menyerahkan sejumlah yang seharga barang tersebut kepada pihak penjual dan tentunya dengan kesepakatan dan perjanjian dari kedua belah pihak. Lalu, setelah penandatanganan surat tersebut, kedua pihak terikat untuk menyelesaikan kewajibannya masing-masing. Setiap pelanggaran atau kelainan di dalam memenuhi perjanjian yang ada di surat, akan mendatangkan konsekuensi hukum dikarenakan salah satu pihak merasa dirugikan dan pihak yang dirugikan tersebut memang berhak dalam mengajukan klaim atau tuntutan hukum.

Surat perjanjian jual beli setidaknya harus mengacu dengan hal-hal berikut seperti harus ditulis diatas kertas yang bersegel atau kertas yang biasa tetapi dengan menggunakan materai. Kedua belah pihak harus sudah dewasa dan dalam keadaan yang wajar. Isi surat juga harus jelas dan tidak mempunyai peluang untuk diartikan dengan berbeda dan isi surat jangan bertentangan dengan norma atau undang-undang yang berlaku. Kemudian yang menjadi faktor terpenting adalah isi dari surat tersebut harus dibuat tanpa paksaan dari salah satu pihak dan jika sudah dimengerti dan disetujui oleh kedua belak pihak beli dan pihak jual maka barulah surat berisi perjanjian tersebut bisa ditandatangani. Manfaat surat perjanjian ini agar memberikan rasa tenang kedua belah pihak dan mengetahui dengan jelas batasan hak dan juga kewajiban masing-masing pihak.